PPIT HARBIN
Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok Cabang Harbin

Lebaran Idul Fitri di Harbin
By:Bagus Bhirawa Putra
Berbeda dengan halnya di Indonesia dan negara-negara lain yang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1435 H jatuh pada hari senin (28/7), masyarakat Muslim di Tiongkok baru melaksanakan ibadah Shalat Ied sehari setelahnya, yaitu pada hari Selasa (29/7). Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan bagi kebanyakan warga asing yang tinggal di Tiongkok, dan imbasnya pun juga dirasakan di kota Harbin Provinsi Heilongjiang. Di Harbin Engineering University, yang merupakan salah satu universitas terkemuka di Kota Harbin, bertempat di mushola asrama mahasiswa asing (liuxuesheng gongyu), sekitar tiga puluh orang pelajar Muslim memutuskan untuk tetap menggelar Shalat Ied di hari Senin.
Syaifuddin salah satu pelajar S3 asal Sudan, mengemukakan waktu Shalat Ied di Harbin Engineering University dilaksanakan lebih awal kendatipun masjid-masjid di Tiongkok baru sehari setelahnya, adalah karena pertimbangan tanggal 1 Syawal yang memang jatuh pada hari Senin. Bagus Bhirawa Putra, selaku ketua PPIT Harbin menjelaskan alasan majelis Islam Tiongkok melaksanakan Shalat Ied di hari selasa, yaitu lebih kepada persoalan teknis atau pemberian izin. Pemerintah pusat dalam mengeluarkan izin untuk kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar sangatlah ketat, sehingga untuk perubahan waktu Shalat Eid yang didasarkan pada pengamatan hilal, tampaknya sulit untuk dilakukan, terlebih Tiongkok merupakan negara dengan paham Komunisme.
Meskipun demikian, patut disyukuri bahwa pada saat perayaan Idul Fitri dan Shalat Ied tidak ada hambatan sekalipun, sehingga seluruh ummat Muslim di Tiongkok dapat tetap bersuka cita. Hal ini juga dirasakan oleh teman-teman pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPIT Harbin, kendatipun jauh dari kampung halaman, tetapi kekhusyukan dalam beribadah selama bulan Ramadhan tetap terjaga. Pada perayaan Idul Fitri kali ini, PPIT Harbin kedatangan tamu spesial dari Indonesia yang tergabung dalam AIESEC (International Association of Students in Economic and Commercial Sciences), yaitu Muhammad Akbar-IPB dan Sarah Sitorus-ITS. Mereka berdua datang atas undangan AIESEC-Harbin, dan akan melaksanakan program berupa kegiatan-kegiatan sosial di Harbin dan daerah sekitarnya selama satu bulan.
Pada hari pertama berlebaran seusai Shalat Ied di Masjid Xiangfang, teman-teman PPIT Harbin mengajak Akbar dan Sarah berkeliling kota Harbin ketempat-tempat wisata dan juga menyantap kuliner khas Harbin yang tentunya jarang ditemui di Indonesia. Beberapa hari berselang, akhirnya PPIT-Harbin baru dapat mengadakan acara halal bihalal dengan seluruh teman-teman pelajar Indonesia yang kebetulan selama musim liburan musim panas tetap berada di Harbin. Rendang, opor ayam, sambal terasi dan Xinjiang dapanzi merupakan beberapa masakan yang dihidangkan, tentunya sedikit mengobati rasa rindu akan suasana berlebaran di tanah air. Dalam acara halal bihalal ini, tidak lupa PPIT Harbin turut mengundang teman-teman lokal dari Tiongkok, sehingga selain dapat memperkenalkan budaya lebaran, juga menambah kehangatan dalam suasana kebersamaan dan silaturahmi antar warga Indonesia dan Tiongkok.